Armenpress

Masalah status akhir Nagorno Karabakh sangat penting bagi Armenia Marukyan menerbitkan 6 poin yang disajikan oleh pihak Armenia

YEREVAN, 14 MEI, ARMENPRESS. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Armenia Edmon Marukyan menerbitkan proposal yang diajukan oleh Armenia tentang normalisasi hubungan dengan Azerbaijan, yang dirangkum dalam 6 poin.

Seperti laporan “Armenpress”, dalam sebuah wawancara dengan TV Publik, Edmon Marukyan menyatakan bahwa poin pertama dari proposal menyatakan bahwa pihak Armenia menanggapi surat pihak Azerbaijan, tertanggal 21 Februari, yang diteruskan ke pihak Armenia pada 11 Maret.

Pada poin kedua, pihak Armenia menyatakan bahwa Republik Armenia tidak pernah memiliki klaim teritorial atas Azerbaijan. “Seperti yang Anda ingat, Azerbaijan mengatakan di sana bahwa Anda tidak boleh memiliki klaim teritorial terhadap kami. Kami juga mengatakan, saudara, kami tidak memiliki klaim teritorial dari Anda. Dan sejak awal, semua otoritas Armenia selalu menyatakan bahwa kami tidak memiliki klaim teritorial. Dikatakan bahwa pada tanggal 8 Desember 1991, dengan menandatangani perjanjian pembentukan CIS dengan Azerbaijan, Armenia meratifikasi perjanjian tersebut pada tanggal 18 Februari 1992. Artinya, pada saat kita menandatangani, kita saling mengakui keutuhan wilayah dan batas wilayah masing-masing, bergabung dengan struktur yang diberikan,” urai Marukyan.

Edmon Marukyan menyatakan bahwa pada poin ketiga pihak Armenia menyebutkan bahwa masalah jaminan keamanan orang-orang Armenia di Nagorno Karabakh, menghormati hak dan kebebasan mereka, serta menentukan status akhir Nagorno Karabakh adalah fundamental untuk itu.

Dengan instruksi khusus, Dubes menambahkan bahwa pada poin 4, pihak Armenia mempertimbangkan kemungkinan komitmen yang tertuang dalam pernyataan Perdana Menteri Armenia, Presiden Rusia dan Azerbaijan pada tanggal 9 November 2020, 11 Januari 2021, dan 26 November. , 2021. “Dan apa kewajiban itu?” “Pengembalian tawanan perang, yang sejauh ini belum dilakukan, pembukaan komunikasi, yang ditunda oleh Azerbaijan,” kata Marukyan, seraya menambahkan bahwa pihak Armenia menjelaskan bahwa pihaknya terus setia pada kewajibannya, sementara Azerbaijan bukan.

Poin 5 menyatakan bahwa pihak Armenia siap untuk memulai negosiasi untuk normalisasi hubungan antara Azerbaijan dan Armenia, pembentukan hubungan antar negara berdasarkan Piagam PBB, Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dan Final Act Helsinki. “Ini adalah prinsip dasar yang ada sejak awal. “Dengan kata lain, hak bangsa untuk menentukan nasib sendiri, kemungkinan hak dan kebebasan lainnya diabadikan di sini,” kata Marukyan.

Edmon Marukyan menambahkan bahwa pihak Armenia menyatakan pada poin 6 bahwa Armenia telah mengajukan permohonan kepada Ketua Bersama OSCE Minsk Group untuk pembicaraan yang relevan.


Sumber : Pengeluaran SGP Hari Ini